FOLLOW TWITTER

WELCOME TO MY BLOG,HOPE YOU ENJOY THE PRESENTATION OF ARTICLES AND INFORMATION AVAILABLE,IF YOU WOULD LIKE TO COPY THIS BLOG ARTICLE SPECIFY THE SOURCE,FOLLOW TWITTER @diazkp & @ChitUM_UG,THANK YOU.

Rabu, 10 Oktober 2012

Tugas II Bahasa Indonesia 1(softskill)-Bahasa Alay,Apakah Bentuk dari Keanekaragaman?


“4k0eh b4!k-b4!k s4jjah, kmo3h g!m4nHa?” Tulisan semacam ini tidak jarang kita temukan di social network (jejaring sosial) yang pada umumnya digunakan oleh para remaja Indonesia, apakah yang ada di benak kalian saat membaca tulisan semacam itu? Tulisan seperti itulah yang disebut bahasa alay oleh beberapa kalangan remaja yang menganggap dirinya tak serumpun dengan orang-orang yang menggunakan bahasa alay tersebut. Beberapa dari remaja Indonesia percaya bahwa Alay merupakan suatu proses menuju kedewasaan sehingga siklus hidup seorang manusia adalah lahir - bayi - balita - anak-anak - remaja - alay - dewasa - tua.

Sebagai rakyat Indonesia, kita juga telah mengetahui bahwa Indonesia memiliki berbagai “bahasa ibu” yang merupakan bagian dari keanekaragaman Bangsa Indonesia seperti bahasa Bali, Sunda, dan lain-lain. ‘Kreatifitas’ remaja Indonesia dalam menciptakan bahasa Alay patut di ‘acungi jempol’ karena penyaluran kreatifitas ke arah yang positif, namun apakah Bahasa Alay ini salah satu bentuk dari keanekaragaman? atau bahasa alay ini melunturkan bahasa Indonesia yang sesungguhnya?

Keberadaan bahasa alay ini dinilai asyik, lucu & keren bagi beberapa remaja. Namun demikian, ada juga diantara mereka yang memandang bahwa bahasa alayitu “gak banget”. Bahasa Alay dianggap memiliki manfaat tersendiri bagi pelajar, dari beberapa remaja kebanyakan dari mereka menganggap bahasa alay memiliki manfaat yaitu untuk menambah percaya diri, kepentingan gengsi, atau sebagai sarana berekspresi & menghibur diri.
Selain manfaat yang ditimbulkan dari penggunaan bahasa Alay, ada juga kerugiannya. Menurut beberapa remaja, kerugian dari penggunaan bahasa alay kebanyakan adalah kesalahan penafsiran orang yang tidak mengerti akan bahasa alay. Selain itu ada lunturnya bahasa Indonesia yang baik & benar. Lainnya mengganggap bahasa alay mengganggu & bikin jengkel. Beberapa remaja banyak berpendapat bahwa bahasa alay dapat diatasi dengan cara menggunakan bahasa alay sesuai pada tempatnya (komunitas sejenis) dengan tidak meninggalkan bahasa Indonesia sebagai bahasa baku. Lainnya berpendapat pembiasaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi salah satu bentuk preventif terhadap bahasa alay tersebut.

Penyebab beredarnya bahasa alay dikalangan remaja dianggap disebabkan oleh kreatifitas anak muda dalam mengeksplor ekspresi yang ada dalam diri mereka. Lainnya beranggapan bahasa alay disebabkan oleh arus globalisasi & lemahnya bahasa sendiri. Frekuensi berbahasa alay di kalangan remaja beragam. Mereka mengaku berbicara alay secara spontan atau sekedar ikut-ikutan. Kebanyakan dari mereka sering melakukan bahasa alay, minoritas mengaku jarang bahkan tidak pernah.

Bahasa alay merupakan bahasa yang keberadaannya dianggap “melunturkan” kaidah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Para remajalah yang mempopulerkan bahasa ini akibat dari arus globalisasi yang mereka anggap sebagai kreatifitas mengekspresikan diri. Dampak dari penggunaan bahasa alay adalah berkurangnya pengetahuan tentang kaidah berbahasa Indonesia atau mungkin bahasa daerah yang baik & benar serta mengganggu orang yang tidak mengerti jika tidak digunakan pada tempatnya. Yang menjadi problema adalah bahwa remaja lebih sering menggunakan bahasa alay atau mengetahui bahasa alay, namun melupakan bahasa persatuan kita, yaitu Bahasa Indonesia .

Sepatutnya bahasa alay ini hanya digunakan untuk suatu komunitas yang mengerti akan bahasa tersebut. Bukan melarang beredarnya bahasa yang “kreatif” ini, namun sebaiknya bahasa Alay diimbangi dengan pengetahuan yang lebih mendalam akan Kaidah Bahasa Indonesia daripada bahasa alay tersebut. berekspresi, berkreasi, berbicara itu sah-sah saja namun berekspresi yang baik adalah “mengeksplor” diri tanpa mengurangi/mengubah keefektifan sesuatu yang telah bermakna menjadi kekhasan yang abadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Bahasa Alay merupakan bentuk dari keanekaragaman dan merupakan kreatifitas masyarakat Indonesia namun penggunaannya harus di tempatkan pada saat-saat yang tepat. Jika bahasa alay ini digunakan pula dalam forum formal, maka bahasa alay disini bertindak sebagai peluntur bahasa asli bangsa kita yaitu Bahasa Indonesia. Jadi, gunakanlah bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi yang tepat.

http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/25/bahasa-alay-apakah-bentuk-dari-keanekaragaman/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar