FOLLOW TWITTER

WELCOME TO MY BLOG,HOPE YOU ENJOY THE PRESENTATION OF ARTICLES AND INFORMATION AVAILABLE,IF YOU WOULD LIKE TO COPY THIS BLOG ARTICLE SPECIFY THE SOURCE,FOLLOW TWITTER @diazkp & @ChitUM_UG,THANK YOU.

Selasa, 08 November 2011

Senioritas

Senioritas, berasal dari kata senior, atau yang lebih tua. Bisa lebih tua atau lebih tinggi jabatannya. Biasanya kita mendapat kata senioritas sejak duduk di bangku SMP, saat MOS pertama kali diperkenalkan. Mulai menakutkan ketika SMA, bukan hanya tugas berat yang diberikan, tapi perpeloncoan yang ditujukan untuk memperkuat mental katanya juga diberikan. Bermacam - macam cerita tentang kesenioritasan bisa dengan mudah didapatkan ketika SMA. Kelas satu dipelonco, kelas dua menjajajh, kelas 3 jadi raja. Haha. Saya tersenyum geli menjelajahi masa - masa putih abu yang absurd. Iya, seabsurd kesenioritasan. Anak kelas satu, dengan baju ketat, rok agak mini, senyum manja,dan berhasil diantar pulang oleh anak kelas 2 atau kelas 3, dapat dipastikan esok harinya ia bakal dikerubung oleh macan* seniorita :p Ada yang bilang itu untuk melatih mental, tapi tidak banyak yang membantah bahwa kesenioritasan mereka karena balas denda, iri, dengki, dan ikut*an teman.
Jujur, jaman SMA saya males untuk ikut*an seperti. Saya lebih suka “berladang” ehm..membrondong maksutnya. Tapi, kembali lagi kepada kesenioritasan. Anak - anak kelas 2 atau 3 gatal tangannya jika melihat cowok anak kelas 1 mengtarkan pulang si tuan putri yang sudah duduk di bangku kelas 2 atau 3. Maka, esoknya, pipinya akan berubah warna menjadi ungu kebiru - biruan. Aahh…semua - semua disenioritaskan. Belum kalau anak kelas satu udah masuk ke kantinyya anak kelas 3 dan membiarkan si senior tidak mendapatkan tempat duduk. Wahh.masuk kandang singa ibaratnya.
Memasuki bangku kuliah, bukan berarti senioritas menghilang, tapi menggila. Beberapa saat yang lalu, saya mendapat kabar bahwa Ketua Himpunan Mahasiswa Sebuah Jurusan DI Jogja di DO. bukan hanya dia, tapi ketua jurusan juga dicopot dari pangkatnya. Karena ada seorang mahassiswanya yang mneinggal ketika diadakan Makrab. Surpsising? Enggak! Liat aja IP*N, betulang kali dengan kasus yang sama. Yah…speerti itulah senioritas mahasiswa. Udah gede, jadi udah bisa main fisik. Kembali lagi si ke kita, dengan segala kesenioritas itu. Semoga si anak baru esok* bisa mengambil himah positif dari kesenioritasan *meski susah* dan tidak ada niatan untuk dengki, iri, ataupun balas dendam pada juniorny esok

Dampak Positif

Sebagian orang menganggap senioritas itu tidak ada dampak positifnya. Pendapat itu tidak disalahkan. Tapi senior yang melakukan senioritas itu pasti ada tujuan mengapa ia melakukan senioritas. Dampak positif dari senioritas, yaitu
a. Mendidik juniornya agar tidak melanggar peraturan di tempat barunya.
b. menghormati orang yang lebih tua
Tapi, banyak senior yang menyalahgunakan posisinya sebagai senior. Mereka menganggap kalau mereka senior mereka berhak menghukum/menyuruh juniornya melakukan hal yang tidak baik dan mereka malah menganggap hal itu mungkin menyenangkan dan menikmati hal itu. Dikatakan menyenangkan karena mereka dapat melakukan hal yang semena-mena terhadap junior yang notabane tidak mungkin melawan seniornya jika tidak ingin mendapat hukuman/perintah yang lebih berat lagi, jadi, mereka melakukan terpaksa melakukan walaupun mereka sebenarnya tidak suka dari pada mendapat hukuman yang lebih berat lagi.

 
Dampak Negatif

Senioritas tentu saja membawa banyak dampak negatif. Terkadang orang mendengar kata “senioritas” sudah langsung berpikir banyak dampak negatifnya. Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif dari senioritas, yaitu
a. Senior sering memberi perlakuan semena-mena yang mungkin saja melanggar HAM. Tapi mereka tidak peduli.
b. Melanggar HAM dan bersifat menganiaya yang lebih lemah.
c. Membuat rasa takut junior
d. Mungkin terjadi hal yang tidak diinginkan
e. Memberi kesan yang buruk pada sekolah yang senioritasnya tinggi
f. Rantai senioritas
g. Dll.
Senior kadang memberi perlakuan yang semena – mena kepada juniornya. Hal ini mungkin dikarenakan sang senior sangat kesal terhadap juniornya yang menurutnya belagu. Dari perlakuan semena – mena itu pastinya akan melanggar HAM dan akan membuat rasa takut junior. Imbasnya bila sang senior memperlakukan junior sudah terlalu berat, akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Dari hal yang tidak diinginkan tersebut, informasi tentang senioritas itu akan menyebar dan membuat nama sekolah tercoreng. Namun, senioritas tidak akan berhenti jika tidak benar – benar dihentikan dan tidak ada rasa dendam di hati. Dll.
 
Solusi Permasalahan

Dari setiap masalah pasti selalu ada jalan atau solusinya. Termasuk dalam kasus senioritas ini. Untuk menghindari kasus senioritas, di bawah ini kami beri beberapa solusi, yaitu
a. Diputus rantainya senioritas dan junioritas dengan cara :
1) Tidak diadakan lagi masa orientasi siswa yang bersifat kekerasan fisik maupun mental tetapi lebih kepada yang positif
2) Lebih diajarkan mengenai dampak senioritas dan junioritas
3) Senioritas harus memberi contoh yang baik kepada juniornya supaya para junior saat sudah menjadi senior juga berlaku demikian
4) Jangan pernah ada rasa dendam. Karena bila ada rasa dendam, rantai senioritas akan selalu berlanjut
5) Guru harus selalu mengawasi apa saja yang dilakukan senior
6) Memberi penyuluhan dan dampak – dampak dari senioritas di dalam kegiatan belajar mengajar
Itu adalah beberapa solusi dalam permasalahan senioritas. Solusi- solusi ini bila dikerjakan mudah- mudah ampuh untuk menghentika sikap senioritas. Tapi berhentinya senioritas harus ada di dalam hati senior dan junior itu sendiri untuk mengubah sikapnya.
 
Contoh Senioritas

Tentunya banyak contoh – contoh dari senioritas, baik yang sudah diungkap media atau pun belum yang terungkap. Contoh serius dari sikap senioritas, yaitu peristiwa senioritas yang terjadi Institut Pendidikan Dalam Negeri atau IPDN.
Rincinya peristiwa itu terjadi pada tahun 2007. Dikabarkan senioritas yang terjadi sudah kelewat batas yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia. Mereka meninggal dunia diduga karena terluka akibat dipukuli oleh para senior mereka. Hal ini menunjukkan bahwa para senior di IPDN telah bersikap semena – mena terhadap para juniornya itu. Tentunya masih banyak lagi contoh senioritas yang lain. Contoh – contoh seperti jangan kita tiru tapi kita jadikan sebagai pelajaran, agar kita tidak menjadi pelaku atau pun menjadi korbannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar