FOLLOW TWITTER

WELCOME TO MY BLOG,HOPE YOU ENJOY THE PRESENTATION OF ARTICLES AND INFORMATION AVAILABLE,IF YOU WOULD LIKE TO COPY THIS BLOG ARTICLE SPECIFY THE SOURCE,FOLLOW TWITTER @diazkp & @ChitUM_UG,THANK YOU.

Senin, 21 November 2011

Kepemimpinan Dalam Organisasi

Kepemimpinan dalam organisasi adalah suatu pemikiran dari setiap individu untuk mewujudkan kemajuan organisasi bersama dengan pemikiran yang solid dari setiap individu.






Tipe-Tipe dalam kepemimpinan yaitu:


1.TIPE OTOKRATIK

>Adalah tipe kepemimpinan yang egois dan otoriter
yang bisa dijelaskan bahwa sifat yang otoriter berarti seseorang yang berjiwa pemaksa kehendak dirinya sendiri jadi apa yang dia kehendaki harus dibenarkan atau dipatuhi,sampai-sampai orang lian dibuatnya tidak mempunyai pilihan yang ia ajukan.

2.TIPE PATERNALISTIK

>Pemimpin yang hanya ada dilingkungan tradisional.

3.TIPE KHARISMATIK

>Pemimpin yang mempunyai daya tarik kharismatik tersendiri sehingga membuat dan menimbulkan simpati didalam organisasi dan kharismatik membuat organisasi menjadi lebih respect dan nyaman.

4.TIPE LAISSEZ FAIRE

>Pemimpin yang berpandangan bahwa organisasinya akan berjalan dengan lancar dan baik-baik saja karena anggotanya yang terdiri dari orang-orang dewasa yang memiliki tujuan organisasi.

5.TIPE DEMOKRATIK

>Kebanyakan tipe ini adalah tipe pemimpin yang disegani tapi bukan untuk ditakuti karena melakukan setiap individu dengan cara manusiawi dan sewajarnya juga menjunjung tinggi harkat martabat manusia.




Dari semua tipe-tipe kepemimpinan diatas terdapat teori-teori yang dimiliki oleh setiap pemimpin,yaitu:

@TEORI GENETIC
Teori yang mengatakan bahwa seorang pemimpin akan dijadikan pemimpin hanya dari bakat dari lahir.

@TEORI SOSIAL

Teori yang mengatakan bahwa seorang yang akan menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan itu.

@TEORI EKOLOGIS

Teori yang mengatakan bahwa setiap orang akan menjadi pemimpin bila pada waktu lahir telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat itu kemudian dikembangkan dan diasah dari pendidikan yang baik dan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan.

Selasa, 08 November 2011

Organisasi

Organisasi sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat  dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol

Struktur organisasi adalah bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
 
Struktur Sederhana

Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Struktur sederhana paling banyak dipraktikkan dalam usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah orang yang satu dan sama.Kekuatan dari struktur ini adalah kesederhanaannya yang tercermin dalam kecepatan, kefleksibelan, ketidakmahalan dalam pengelolaan, dan kejelasan akuntabilitas.

Satu kelemahan utamanya adalah struktur ini sulit untuk dijalankan di mana pun selain di organisasi kecil karena struktur sederhana menjadi tidak memadai tatkala sebuah organisasi berkembang karena formalisasinya yang rendah dan sentralisasinya yang tinggi cenderung menciptakan kelebihan beban (overload) di puncak

Birokrasi

Birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas operasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali yang sempit, dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando.

Kekuatan utama birokrasi ada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara sangat efisien, sedangkan kelemahannya adalah dengan spesialisasi yang diciptakan bisa menimbulkan konflik-konflik subunit, karena tujuan-tujuan unit fungsional dapat mengalahkan tujuan keseluruhan organisasi.Kelemahan besar lainnnya adalah ketika ada kasus yang tidak sesuai sedikit saja dengan aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi karena birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadapi masalah yang sebelumnya telah mereka hadapi dan sudah ada aturan keputusan terprogram yang mapan

Struktur Matriks

Struktur matriks adalah sebuah struktur yang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur matriks dapat ditemukan di agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, laboratorium penelitian dan pengembangan, perusahaan konstruksi, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, universitas, perusahaan konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.

Pada hakikatnya, struktur matriks menggabungkan dua bentuk departementalisasi: fungsional dan produkKekuatan departementalisasi fungsional terletak, misalnya, pada penyatuan para spesialis, yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan dan pembagian sumber daya khusus untuk keseluruhan produk. Kelemahan terbesarnya adalah sulitnya mengoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka rampung tepat waktu dan sesuai anggaran. Departementalisasi produk, di lain pihak, memiliki keuntungan dan kerugian yang berlawanan. Departementalisasi ini memudahkan koordinasi di antara para spesialis untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan memenuhi target anggaran.Lebih jauh, departementalisasi ini memberikan tanggung jawab yang jelas atas semua kegiatan yang terkait dengan sebuah produk, tetapi dengan duplikasi biaya dan kegiatan.Matriks berupaya menarik kekuatan tersebut sembari menghindarkan kelemahan-kelemahan mereka.

Karakteristik struktural paling nyata dari matriks adalah bahwa ia mematahkan konsep kesatuan komando sehingga karyawan dalam struktur matriks memiliki dua atasan -manajer departemen fungsional dan manajer produk. Karena itulah matriks memiliki rantai komando ganda.


TUJUAN ORGANISASI

Menetapkan Tujuan Organisasi Tujuan membantu menentukan organisasi Anda, memberikan arah dan menghindari kekacauan. Tujuan dapat membantu memotivasi anggota dengan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang untuk serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan. Organisasi yang tujuan yang ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota. 

Ada tiga tingkatan organisasi mendefinisikan’s prioritas Anda: 
1. Tujuan atau Misi adalah umum, pernyataan luas yang menceritakan mengapa organisasi Anda ada: biasanya tidak berubah dari tahun ke tahun dan sering pernyataan pertama dalam konstitusi Anda. 
2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang organisasi Anda ingin capai, yang berasal dari Anda tujuan atau misi. Tujuan adalah ujung ke arah mana usaha Anda akan diarahkan dan sering berubah dari panjang untuk istilah atau tahun ke tahun, tergantung pada sifat kelompok. 
3. Tujuan adalah deskripsi dari apa yang harus dilakukan, berasal dari tujuan; spesifik yang jelas laporan tugas terukur yang akan dicapai sebagai langkah ke arah mencapai tujuan Anda. Mereka bersifat jangka pendek dan memiliki batas waktu. Menetapkan Tujuan Bersama Tetapkan tujuan sebagai sebuah kelompok. Hal ini menciptakan banyak hasil positif karena orang akan mendukung dan bertanggung jawab untuk apa yang mereka membantu menciptakan. 
Anda dapat mengharapkan: 
1. komitmen yang lebih besar dan motivasi antara petugas dan anggota untuk membantu mencapai tujuan. 
2. Lebih jelas pemahaman tentang tujuan dan alasan untuk memilih mereka.
3. Dengan ide-ide semua orang dan pendapat dipertimbangkan, tujuan Anda akan mewakili konsensus kelompok bukan dari satu orang pendapat. 

Langkah-langkah untuk Menetapkan Tujuan & Sasaran: 
1. Brainstorm daftar sasaran potensial sebagai sebuah kelompok. 
2. Pilih dari daftar brainstorming orang yang Anda ingin bekerja di. 
3. Prioritaskan. 
4. Tentukan tujuan untuk setiap tujuan dan rencana aksi untuk tujuan masing-masing. (Ingat ada dapat beberapa tujuan untuk setiap tujuan). 
5. Pindah ke dalam tindakan, menindaklanjuti. (Banyak kelompok gagal untuk mengevaluasi dan merevisi,

Senioritas

Senioritas, berasal dari kata senior, atau yang lebih tua. Bisa lebih tua atau lebih tinggi jabatannya. Biasanya kita mendapat kata senioritas sejak duduk di bangku SMP, saat MOS pertama kali diperkenalkan. Mulai menakutkan ketika SMA, bukan hanya tugas berat yang diberikan, tapi perpeloncoan yang ditujukan untuk memperkuat mental katanya juga diberikan. Bermacam - macam cerita tentang kesenioritasan bisa dengan mudah didapatkan ketika SMA. Kelas satu dipelonco, kelas dua menjajajh, kelas 3 jadi raja. Haha. Saya tersenyum geli menjelajahi masa - masa putih abu yang absurd. Iya, seabsurd kesenioritasan. Anak kelas satu, dengan baju ketat, rok agak mini, senyum manja,dan berhasil diantar pulang oleh anak kelas 2 atau kelas 3, dapat dipastikan esok harinya ia bakal dikerubung oleh macan* seniorita :p Ada yang bilang itu untuk melatih mental, tapi tidak banyak yang membantah bahwa kesenioritasan mereka karena balas denda, iri, dengki, dan ikut*an teman.
Jujur, jaman SMA saya males untuk ikut*an seperti. Saya lebih suka “berladang” ehm..membrondong maksutnya. Tapi, kembali lagi kepada kesenioritasan. Anak - anak kelas 2 atau 3 gatal tangannya jika melihat cowok anak kelas 1 mengtarkan pulang si tuan putri yang sudah duduk di bangku kelas 2 atau 3. Maka, esoknya, pipinya akan berubah warna menjadi ungu kebiru - biruan. Aahh…semua - semua disenioritaskan. Belum kalau anak kelas satu udah masuk ke kantinyya anak kelas 3 dan membiarkan si senior tidak mendapatkan tempat duduk. Wahh.masuk kandang singa ibaratnya.
Memasuki bangku kuliah, bukan berarti senioritas menghilang, tapi menggila. Beberapa saat yang lalu, saya mendapat kabar bahwa Ketua Himpunan Mahasiswa Sebuah Jurusan DI Jogja di DO. bukan hanya dia, tapi ketua jurusan juga dicopot dari pangkatnya. Karena ada seorang mahassiswanya yang mneinggal ketika diadakan Makrab. Surpsising? Enggak! Liat aja IP*N, betulang kali dengan kasus yang sama. Yah…speerti itulah senioritas mahasiswa. Udah gede, jadi udah bisa main fisik. Kembali lagi si ke kita, dengan segala kesenioritas itu. Semoga si anak baru esok* bisa mengambil himah positif dari kesenioritasan *meski susah* dan tidak ada niatan untuk dengki, iri, ataupun balas dendam pada juniorny esok

Dampak Positif

Sebagian orang menganggap senioritas itu tidak ada dampak positifnya. Pendapat itu tidak disalahkan. Tapi senior yang melakukan senioritas itu pasti ada tujuan mengapa ia melakukan senioritas. Dampak positif dari senioritas, yaitu
a. Mendidik juniornya agar tidak melanggar peraturan di tempat barunya.
b. menghormati orang yang lebih tua
Tapi, banyak senior yang menyalahgunakan posisinya sebagai senior. Mereka menganggap kalau mereka senior mereka berhak menghukum/menyuruh juniornya melakukan hal yang tidak baik dan mereka malah menganggap hal itu mungkin menyenangkan dan menikmati hal itu. Dikatakan menyenangkan karena mereka dapat melakukan hal yang semena-mena terhadap junior yang notabane tidak mungkin melawan seniornya jika tidak ingin mendapat hukuman/perintah yang lebih berat lagi, jadi, mereka melakukan terpaksa melakukan walaupun mereka sebenarnya tidak suka dari pada mendapat hukuman yang lebih berat lagi.

 
Dampak Negatif

Senioritas tentu saja membawa banyak dampak negatif. Terkadang orang mendengar kata “senioritas” sudah langsung berpikir banyak dampak negatifnya. Di bawah ini adalah beberapa dampak negatif dari senioritas, yaitu
a. Senior sering memberi perlakuan semena-mena yang mungkin saja melanggar HAM. Tapi mereka tidak peduli.
b. Melanggar HAM dan bersifat menganiaya yang lebih lemah.
c. Membuat rasa takut junior
d. Mungkin terjadi hal yang tidak diinginkan
e. Memberi kesan yang buruk pada sekolah yang senioritasnya tinggi
f. Rantai senioritas
g. Dll.
Senior kadang memberi perlakuan yang semena – mena kepada juniornya. Hal ini mungkin dikarenakan sang senior sangat kesal terhadap juniornya yang menurutnya belagu. Dari perlakuan semena – mena itu pastinya akan melanggar HAM dan akan membuat rasa takut junior. Imbasnya bila sang senior memperlakukan junior sudah terlalu berat, akan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Dari hal yang tidak diinginkan tersebut, informasi tentang senioritas itu akan menyebar dan membuat nama sekolah tercoreng. Namun, senioritas tidak akan berhenti jika tidak benar – benar dihentikan dan tidak ada rasa dendam di hati. Dll.
 
Solusi Permasalahan

Dari setiap masalah pasti selalu ada jalan atau solusinya. Termasuk dalam kasus senioritas ini. Untuk menghindari kasus senioritas, di bawah ini kami beri beberapa solusi, yaitu
a. Diputus rantainya senioritas dan junioritas dengan cara :
1) Tidak diadakan lagi masa orientasi siswa yang bersifat kekerasan fisik maupun mental tetapi lebih kepada yang positif
2) Lebih diajarkan mengenai dampak senioritas dan junioritas
3) Senioritas harus memberi contoh yang baik kepada juniornya supaya para junior saat sudah menjadi senior juga berlaku demikian
4) Jangan pernah ada rasa dendam. Karena bila ada rasa dendam, rantai senioritas akan selalu berlanjut
5) Guru harus selalu mengawasi apa saja yang dilakukan senior
6) Memberi penyuluhan dan dampak – dampak dari senioritas di dalam kegiatan belajar mengajar
Itu adalah beberapa solusi dalam permasalahan senioritas. Solusi- solusi ini bila dikerjakan mudah- mudah ampuh untuk menghentika sikap senioritas. Tapi berhentinya senioritas harus ada di dalam hati senior dan junior itu sendiri untuk mengubah sikapnya.
 
Contoh Senioritas

Tentunya banyak contoh – contoh dari senioritas, baik yang sudah diungkap media atau pun belum yang terungkap. Contoh serius dari sikap senioritas, yaitu peristiwa senioritas yang terjadi Institut Pendidikan Dalam Negeri atau IPDN.
Rincinya peristiwa itu terjadi pada tahun 2007. Dikabarkan senioritas yang terjadi sudah kelewat batas yang menyebabkan 4 orang meninggal dunia. Mereka meninggal dunia diduga karena terluka akibat dipukuli oleh para senior mereka. Hal ini menunjukkan bahwa para senior di IPDN telah bersikap semena – mena terhadap para juniornya itu. Tentunya masih banyak lagi contoh senioritas yang lain. Contoh – contoh seperti jangan kita tiru tapi kita jadikan sebagai pelajaran, agar kita tidak menjadi pelaku atau pun menjadi korbannya.

Pendidikan Berkarakter

Sekarang Dunia pendidikan indonesia sedang mengalami yang namanya krisis pendidikan yang berkarakter.Kementerian Pendidikan Nasional kembali menggiatkan wacana pendidikan berkarakteruntuk menuntaskan peliknya masalah pendidikan di Indonesia.

Seakan gagap dan terlena, ketika Pendidikan berbasis berkarakter disisipkan ke kurikulum dan silabus, sebagian pendidik kita kelabakan untuk menentukan pengertian karakter itu sendiri.seperti diketahu bahwa pendidikan saat ini hanya mementingkan  kecerdesan otak namun gagal membentuk siswa yang berkarakter.

Fenomena yang menarik adalah ketika dunia pendidikan asyik menciptakan siswa-siswi cerdas dengan memberikan beban pelajaran super berat dan banyak, padahal dengan beban pelajaran yang tinggi, energi guru dan siswa terbuang percuma karena mereka sadar hanya 5 – 10 % siswa saja yang mampu mengikuti pelajaran dengan baik.

Hal ini tentu menjadi bumerang bagi dunia pendidikan Indonesia karena jelas-jelas mengabaikan 90% siswa dengan kemampuan dibawah rata-rata dan dianggap tidak memiliki nilai akademis tinggi. Bahwa dikatakan bumerang karena siswa dengan nilai akademis rendah dan sedang menempati porsi terbesar di negara Indonesia, maka yang terjadi adalah pendidikan Indonesia menciptakan jurang dikotomi terhadap hak-hak pendidikan yang layak bagi 90% komunitas ini.

Menurut UU no 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat. Ada 9 pilar pendidikan berkarakter, diantaranya adalah:
  1. Cinta tuhan dan segenap ciptaannya
  2. Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian
  3. Kejujuran /amanah dan kearifan
  4. Hormat dan santun
  5. Dermawan, suka menolong dan gotong royong/ kerjasama
  6. Percaya diri, kreatif dan bekerja keras
  7. Kepemimpinan dan keadilan
  8. Baik dan rendah hati
  9. Toleransi kedamaian dan kesatuan
Nah, ke-9 karakter itulah yang dapat Bapak dan Ibu guru sisipkan dalam tiap pembelajaran dikelas. Semoga menjadi pencerah dalam menciptakan siswa-siswa berkarakter kuat dan amanah.

 

Sabtu, 29 Oktober 2011

Macam-Macam Tipe dan Bentuk Organisasi

Tipe-tipe organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

Organisasi Formal

Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:
  • Organisasi Primer: organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.
  • Organisasi Sekunder: organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.



Bentuk-bentuk organisasi

  1. Organisasi politik
Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut.
  1. Organisasi sosial
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
  1. Organisasi mahasiswa
Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa.Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus,
  1. Organisasi olahraga
Organisasi olahraga adalah organisasi yang mencakup banyaknya cabang olahraga
  1. Organisasi sekolah
Organisasi sekolah adalah organisasi yang beranggotakan murid-murid . organisasi ini bias berupa organisasi intra sekolah maupun organisasi intra sekolah .
  1. Organisasi negara
Organisasi Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini.
Struktur Organisasi Kemahasiswaan

 
@ Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)
Majelis Permusyawaratan Mahasiswa adalah Lembaga Kemahasiswaan Tertinggi yang merupakan perwakilan dari mahasiswa Jurusan dan perwakilan mahasiswa yang dipilih. MPM berfungsi sebagai Lembaga Legislatif dan Yudikatif

@ Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Badan Eksekutif Mahasiswa adalah Organisasi Kemahasiswaan sebagai Lembaga Eksekutif Tertinggi di Politeknik Negeri Jakarta

@ Senat Mahasiswa Program Khusus (SMPK)
SMPK adalah Organisasi Kemahasiswaan sebagai Lembaga Eksekutif di Program Khusus Politeknik Negeri Jakarta

@ Badan Otonom (BO)
Badan Otonom adalah Lembaga Pelaksana dalam satu bidang peminatan di Politeknik Negeri Jakarta yang memiliki otonomi, namun bertanggungjawab langsung kepada Pudir III melalui Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)

@ Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Unit Kegiatan Mahasiswa adalah Lembaga Pelaksana dalam satu bidang peminatan di Politeknik Negeri Jakarta, yang bertanggungjawab kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

@ Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)
Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah Organisasi Kemahasiswaan sebagai Lembaga Eksekutif di setiap Jurusan, yang hanya melaksanakan kegiatan penalaran dan keilmuan, dan bertanggungjawab kepada Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM)

Sabtu, 15 Oktober 2011

Otobiografi Part2

Aku melaju ke jenjang sma dari sma itu aku mulai merasakan indahnya masa-masa waktu sma yang tidak akan terlupakan mulai dari persaingan nilai maupun akademik dan non akademik dan bahkan juga persaingan untuk mencari pacar yang biasa disebut anak muda jaman sekarang dari sma mulailah penjurusan akademik dimulai dari bahasa,ips,dan ipa dari situ mulailah fokus akan pembelajaran yang sangat sulit dan sangat meminta waktu juga keseriusan dalam memahami pelajaran-pelajaran tersebut di sma juga mengenal yang namanya cinta,mungkin waktu itu masih cinta monyet kali yah alias suka-suka an biasa gitu ala sinetron di tv hahaha,dari sma peraturan mulai sangatlah ketat yang itu dibuat sih bagus juga untuk membuat siswa menjadi siswa yg disiplin karena manusia yg mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik adalah seorang yang disiplin dalam segala hal.

Dari sma mulailah aku beranjak ke dunia kuliah di kuliah banyak belajar banyak,banyak perbedaan antara perkuliahan dan bangku pendidikan yang sudah-sudah.mahasiswa harus bisa memanajemen waktunya sendiri,proaktif terhadap internal dan eksternal juga menuntut untuk bersikap kritis yang biasanya dulu cuma bisa mendengarkan dan menjalankan,sekarang harus menerima,memproses,kalau baik diterima dan dijalankan kalau tidak diberikan masukan dari pemikiran diri sendiri kemana solusi terbaiknya,di dunia kuliah banyak sosok seseorang dengan watak yang berbeda-beda tapi satu visi bagaimana bisa menjalankan program perkuliahan dengan sebaik mungkin sampai lulus nanti bahkan sampai ke jenjang pekerjaan.disini mulai dilatih keseriusan dan tanggung jawab akan suatu hal yang dipikul oleh setiap masing-masing individu,aku yang dari awalnya hanya kuliah pulang dan kuliah pulang karena adanya sikap proaktif dan ingin tahu akan segala hal telah berubah pola pikir dari pola pikir siswa menjadi pola pikir mahasiswa yang sebenarnya,sebenarnya masih sederhana membagi waktu antara perkuliahan dan diluar perkuliahan cuman dua hal,apalagi nanti sesudah keluar dari peruliahan yaitu sesudah berumah tangga antara kerja,keluarga,dan lain-lain pasti sangatlah sulit karena hidup itu butuh yang namanya tuntutan terserah bagaimana kita mampu atau tidak menyelesaikan semua tuntutan itu dengan baik atau tidak.
Biasanya banyak yang bilang masa sma itu masa yang paling indah bagi aku tidak masa yang paling indah itu masa ialah pas waktu kuliah karena dari kuliah banyak sekali belajar segala macam hal.di perkuliahan tidak bisa menyepelekan hal sekecil bagaimanapun karena hal kecil itu yang bisa membuat suatu permasalahan menjadi besar dan lebih dituntut untuk kesadaran diri dan bersikap dewasa.



Otobiografi Part1

Pada suatu hari aku dilahirkan pada tanggal 28-06-1992 dengan selamat di jakarta,aku ini anak kedua dari dua bersaudara saudara kandungku perempuan dan aku anak laki-laki tunggal didalam keluarga kecil sederhana yang harmonis.aku diberi nama dengan sangat bagus oleh kedua orang tuaku namaku bernama DIAZ KURNIA PUTRA.

Dari kecil aku didik oleh kedua orang tuaku dengan didikan yg bersifat kemandirian dan kemauan untuk berusaha,aku didik oleh mereka dengan penuh kasih sayang dan mereka tanpa kenal lelah selalu memberiku masukan dan arahan ke arah yg lebih baik untuk mencapai cita-citaku dan mereka tidak pernah lelah ataupun mengeluh sedikitpun kepadaku walaupun aku tahu mereka sangatlah lelah banting tulang dari pagi sampai malam hanya untuk anaknya seorang dan agar impian anaknya tercapai bahkan ingin anaknya bahagia di kemudian hari.

Saat aku pertama masuk bangku pendidikan yaitu pada saat TK(taman kanak-kanak)pada masa itu masanya belum sepenuhnya tahu tentang pendidikan dan belajar semesti biasanya tapi lebih ke pembelajaran verbal dan lebih mengutamakan permainan dan pergaulan dengan teman sebaya dan diluar lingkungan rumah dari tk aku belajar bagaimana bersikap saling berkerjasama dan saling membantu antar sesama juga melatih kepercayaan diri untuk berhadapan dengan orang-orang baru.

Dari tk aku berlanjut ke sd(sekolah dasar)dari namanya saja sudah jelas dasar dan dari sini lah dasa-dasar pendidikan yang sebenarnya mulai diajarkan dan mulai dibentuk dari sd diajarkan cara berhitung dengan angka yang sudah lebih pasti dan cara berpikir mulai terasah dari sd aku baru merasakan apa itu rasa tanggung jawab yaitu dari sd sudah mulai diberi tugas-tugas sekolah maupun rumah dan dari situlah aku mengerjakan dengan penuh tanggung jawab,dari sd jiwa berkompetisi dalam akademik mulai terasah yaitu dengan persaingan didalam nilai rapot apabila nilai rapot bagus akan ada kepuasaan tersendiri yang tidak akan terbayar oleh apapun apabila sebanding dengan usaha yang dilakukan dengan maksimal dan apabila nilai rapot jelek maka terpaculah motivasi dan semengat untuk mengejar ketinggalan dan memperbaiki nilai tersebut di sd juga diajarkan untuk sikap mandiri dan disiplin yang biasanya waktu tk keterlambatan tidak masalah diwaktu sd sudah mulai diterapkan jam masuk sekolah dan sikap mandiri yaitu mengerjakan tanggung jawab dengan diri sendiri tanpa bantuan orang lain terlebih dahulu sebelum menemukan masalah dalam pekerjaan itu sendiri.

Dari sd aku berlanjut ke smp dan dari smp mulai terasa suasana sd dan smp itu sangatlah berbeda di sd masih belum serius dalam pembelajaran di smp lah kompetisi di dalam pendidikan sudah semakin ketat dan tuntutan nilai pun menigkat yang berbeda dengan sd yaitu smp mengajarkan dasar-dasar cara berorganisasi di lingkungan luas seperti OSIS dari osis banyak belajar tentang bagaimana cara berorganisasi bagaimana cara menghadapi orang banyak dengan watak yang berbeda-beda dan bagaimana melakukan manejemen waktu antara sekolah dan organisasi di organisasi juga dilatih bagaimana sikap kepimpinan dan sikap siswa yang proaktif untuk lingkungan didalam sekolah maupun diluar sekolah,di smp mulai kenal yang namanya ujian nasional dan beratnya tanggung jawab dari ujian nasional tersebut,ujian nasional menguji kemampuan akademik mulai dari pelajaran kelas satu hingga akhir itu di uji kembali apakah sanggup untuk menyelesaikan atau tidak sanggup yang berujung dua pilihan lulus atau tidak lulus untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya,alhamdullilah yah sesuatu waktu ujian nasional smp aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan dan penuh dengan rasa syukur dan sedikit tidak percaya karena beratnya syarat yang ditentukan untuk lulus.